Ribut dengan orang ngaku2 polisi

Duh, terpikir juga kemarin sewaktu ribut dengan seorang ngaku2 polisi...hmm terkadang jengkel juga namun apa boleh buat, kejengkelan saya harus bisa selesai bila perlu ne orang di binasakan.

Awalnya sewaktu saya dengar ribut-ribut di belakang saya dengan seseorang, saya langsung menghampirinya dan mengatakan apa masalahnya, dia bilang sama orang itu "kau pikir kau itu udah sok hebat dan gak.... aku cuma segan sama bapak ini". saya langsung mikir, lho ini anggar jago, bakal lama neh orang ribut

Dengan dalih membantu orang tersebut, saya melihatnya dan mengatakan "kenapa, kau...!!, maksudnya menegur dan berencana menginterogasinya, Setelah itu dia melawan, aduh....ne orang gak tau yah saya gimana disini, pikiran saya d selimuti hal2 negatif karena reaksinya itu. Dan dia bilang dia itu polisi dan sedang bertugas, saya pun langsung mikir, ne orang kok bodoh ya, mana ada orang yang ngaku2 polisi di jalanan, kalaupun ngaku dan anggar jago, alangkah indahnya jalan ku menghajar jabatan mu, paling tidak kau dihukum.

Saking lamanya saya ribut dengan dia, hari itu juga saya manggil kekuatan saya baik melalui polisi, dan organisasi2 lainnya yang saya naungi, hari itu juga saya melapor ke RT yang mana RT ini teman-teman organisasi juga.

Maka hari itu pun saya buat laporan ke kantor polisi payung sekaki berharap ne orang bisa di tangkap dengan segera dan memudahkan saya menuntut dia supaya jalan saya untuk keadilan bisa saya dapat.

Setelah itu datang tetangga mengatakan bahwa namanya itu Saut Simanjuntak dan dia lagi strezz dan dia bukannya polisi, duh...heran juga yah..kok bisa lah ya ada orang seperti itu. Dan saya dengar pula orang tua nya tukang parkir, waduh.....

Saya hanya bilang kalau tuh orang mau selamat jangan ada di pekanbaru ini kalau pun masih ada, bukan saya yang melakukan kekerasan kepadanya tapi orang lain yang akan melakukannya tanpa saya suruh.

Teringat...


Dulu sewaktu bersama mantan, ku teringat sewaktu aku mendapatkannya dengan caraku. Eh..gak tau nya dia ada rasa suka dan sangat perhatian. Awal jumpa masih teringat ketika akan kenalan kami saling bersalaman dan berbncang terus kami lama ngomong.

Setalah beberapa hari dia ngajak main ke kos dia yang mengatakan kalau dia lagi di kos dan gak ada teman...ya udah saya nemanin dia di kos. Setelah datang saya hanya melihat dia menonton dan menyapa dia. Dia orangnya paling suka nonton yang drama2 gitu..hehehe. Lama ku nemanin dia sampai temannya datang ke kos dan saya pun pamit pulang. Awalnya saya merasa kenapa saya dipanggil ke kos kalau hanya nemanin nonton TV. Aneh ne cewek...

Besoknya dia sms dan mengatakan kapan main2 ke kos, saya bilang, kapan2 aja lah kalau ada waktu saya kesana. Dalam hati mengatakan penolakan cara halus dan lebih baik tidak datang ke kosnya mana lagi kosnya jauh dari rumah saya dan bisa dikatakan setengah jam perjalanan naek motor. Apalagi pulangnya selalu pulang sampe dirumah jam 10 malam, mana besok kerja.

Malam nya dia sms minta di telpon dan dia mengatakan mau ngomong sesuatu, emang enak sekali kami ngomong lama2 gitu sampai dua jam an gitu dan banyak yang kami ngomongin sampai mata ini ngantuk ladenin dia untuk di telpon.

Dan makin lama saya sering main ke kosnya dan teman2 nya mengatakan kami sedang pacaran, padahal kami tidak pacaran, kami biasa2 aja kok gak ada istimewa. Setelah itu dia ngajak maen ke kampusnya dan mengatakan main2 ke kampus, awalnya saya menolak karena saya kemarin tidak mahasiswa, yah...saya pun maen ke kampusnya dan banyak ngomong2 sama dia dan temannya yang mana dia mengenalkan juga temannya kepada saya.

Sejak lama main2 sama dia terpaksa saya mengatakan rasa suka kepadanya karena dia telah perhatian selama ini dan dia pun mengatakan dia pun suka dan kami akhirnya meresmikan hubungan pacaran kami di bulan juni tanggal 16, masih ingat saya tanggal itu, karena itu lah awalnya saya pacaran sama dia dan gak pernah selama ini saya pacaran dan baru tahu pacaran itu seperti apa.

Tambah lama kami tambah akrab dan tambah mesra saja mana dia pun sering ngungkapin apa yang kurang di dirinya yang kurang berkenan mungkin sama saya.

Indahnya pacaran gak akan selamanya indah pasti bakalan ada hal yang harus terus terang di putuskan karena indahnya pacaran itu telah di nodai selingkuh dengan orang lain, awalnya saya tidak tau kalau selama ini dia dekat dengan seseorang yang tidak saya ketahui jelas siapa dia dan waktu itu saya sengaja gak kasih tau kalau datang ke kosnya. Hari itu mungkin hal yang pahit saya kenang, yang mana dulu saya kenal dia sebagai pacar yang setia gak tau nya dia sendiri yang menodai.

Pahit kurasa tak terbendung dengan hujan dan petir hari itu, terpaksa saya beranjak dari kosnya dan minta pamit pulang dengan dia. Dia gak merasa apa yang saya lihat sangat memilukan dan sangat pahit.

Seminggu kemudian dengan rasa tak percaya lagi terpaksa saya memutuskan dia dan gak akan lagi bersamanya untuk selama-lamanya.

"pahit yang ku rasa selalu teringat dan aku pun enggan untuk pacaran lagi"

Mungin lebih baik hidup sendiri.

Pusing...


Penyakit pusing adalah penyakit yang datng secara tiba2 dan menimbulkan semangat yang menurun disebabkan oleh banyaknya yang di kerjakan atau banyak yang dipikirkan.

Secara biologis ini adalah penyakit yang seharusnya di obati baik secara obat maupun dari diri itu sendiri, ada yang mengatakan neh penyakit bisa di timbulkan oleh tingkat stress yang makin banyak atau tidak bisa mengendalikan untuk semua.

Hanya bisa di obati dari diri itu sendiri :
Berikut Tips nya :
1. Jauhkan dari semacam yang namanya kesibukan
2. Tidur / istirahat
3. Makan obat sakit kepala semacam bodrex atau apapun itu
4. Keluar lah sejenak dari ruangan dan nikmati udara di luar
5. Beranggapan ini penyakit paling mudah di obatin dari diri sendiri

Nah, itu lah sebagian kecil tips dari saya untuk penyakit yang namanya pusing....
Semoga bermanfaat, terimakasih ^_^

Sering sama dosen


Mungkin selama ini mahasiswa yang paling dekat kepada dosen adalah saya dan selalu menjalin komunikasi yang baik antara dia dan anaknya. Terpikir oleh saya untuk menjadi seperti abang itu (dosen).

Tadi barusan aja pulang dari rumahnya yang mana sebelumnya dia sms untuk menyuruh datang karena ada materi yang akan dia kerjakan untuk mahasiswanya, hmmm....saking lamanya dan banyak cerita2 yang harus dikerjakan.

Selama ini dengan abang tuh selalu aja kesibukan yang akan dikerjakan tapi kalau soal duit selalu ada masalah dikit karena lamanya pencairan, terkadang merasa bosan dan gak enak sama abang tuh karena selama ini selalu yang didapat dari saya kekecewaan gak ada hasil, hmmm...maaf lah bang, bersabar lah, mungkin gak rezeky.

Sebenarnya dosen ini atau abang ini adalah dosen fakultas tekhnik, awal kami kenalan sama di suatu pertemuan membahas masalah organisasi , nah... dari situ lah saya mengenal dia dan dia sering membawa saya jalan ke tempat-tempat temannya atau dinas2 pemerintahan. Awalnya enggan ikut dia karena saya merasa rendahan. Dan dia juga ngajak ngumpul sama teman2nya, sekali ngumpul bukannya 1-3 orang malah sampai 10 orang lebih dan dari kalangan tertentu, duh....apa ya konsekuensi saya sama hal ini.

Kerjaan demi kerjaan kami kerjakan dan selalu ada hal yang di diskusikan sebelum itu bisa dilakukan sehingga hasilnya memuaskan untuk semuanya.

Kalau dibilang dia lah dosen yang paling dekat sama mahasiswanya dan kebetulan aja saya yang sering dekat dibanding dengan mahasiswa fakultas tekhnik satu pun jarang dekat sama dia, gak tau kenapa???

"Dek, kalau di luar kampus panggil abang aja dan kalau masih di dalam kampus panggil aja bapak" kata2 dia tuh seperti familyar banget dan sulit untuk dilakukan karena saya sering naik mobil bersama dia.

Untuk bang robert ( Ir. Robert Hendriko ST. MT )

(for : Christian) Kutipan Chang Khui Fa (Money! Money! Money!)


Money! Money! Money!



PRINSIP KEUANGAN




Nah, bagaimana menjalankannya? Apa artinya tidak boleh cari uang? Jangan salah, Paulus menyatakan, “Jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.”[i]


tapi ada beberapa prinsip sebagai kerangka berpikir:




ª Jangan pernah kuatir akan uang. Beribadahlah kepada Tuhan, maksudnya, layanilah Tuhan dengan baik, sekolahlah baik-baik, kerjalah baik-baik, pacaranlah baik-baik dengan yang seiman, hiduplah baik-baik, nanti Tuhan yang cukupkan dengan anugerah-Nya, karena Anda ternyata mendahulukan Tuhan daripada uang.




ª Uang adalah sesuatu yang Tuhan titipkan pada kita, untuk kita pertanggung jawabkan. Bertanggung jawablah semaksimal mungkin. Kalau tidak bertanggungjawab atas titipan Tuhan jadi semaunya… Misalnya dapat uang 100 ribu, ”Ah, ini semua uang saya, saya mau pakai uang untuk apa saja, terserah aku! Pokoke ini uangku.” Ini namanya salah konsep.




Kalau punya sikap seperti ini, sampai kapanpun tidak akan kaya. Ga kaya karena: Uang memang habis melulu dibelanjakan dengan tidak bijaksana. Yang lebih ngeri kalau Tuhan yang adalah sumber uang, tidak percayakan lagi kepadamu uang yang lebih besar. Tuhan tahu, kalau kamu dikasih lebih besar malah akan celaka!




Orang yang bisa dipercayai dalam hal-hal kecil, bisa dipercayai juga dalam hal-hal besar. Tetapi orang yang tidak bisa dipercayai dalam hal-hal kecil, tidak akan masuk dalam perkara besar.




Waktu bekerja di kantor, memakai barang-barang milik kantor, apakah kamu bertanggung jawab memakainya? Jangankan BOSS di Surga, Bos di dunia aja kalau melihat pegawainya merusak properti kantor, jangan harap bisa naik gaji. Dipotong gaji, ya iya...




Tuhan Yesus bilang, ”..kalau mengenai barang yang dimiliki orang lain, kalian terbukti tidak bisa dipercayai, siapa mau memberikan kepadamu apa yang menjadi milikmu?”[ii]




Jelas kita harus selalu mempertanggung jawabkan keuangan kita kepada Sang Pemberi. Misalnya dapat uang 100 ribu, ah ini uang milik Tuhan yang dititipkan pada saya, karena titipan maka harus saya dahulukan perpuluhan untuk Tuhan (karena itu milik Tuhan), baru sisanya boleh dipakai dengan bertanggungjawab.




Berkaca semua adalah titipan, kamu akan mempunyai sikap yang teliti, cerdas dan bijaksana dalam mengelola 100 ribu itu. Kalau mau beli barang selalu berpikir, ”Benar-benar aku perlu nggak yah?” Kalau tidak, ya jangan beli, tapi ditabung untuk keperluan yang lain. Nanti Tuhan tinjau dari Sorga, wah kamu dikasih uang sedikit bisa atur baik. Murah hati lagi, waktu ada orang yang membutuhkan, kamu masih mau membantu. Nah, orang yang kayak gini Tuhan cari, Tuhan lihat kamu seperti pipa dan bukan tong.




Pipa itu adalah saluran yang memberi berkat, lain tong apalagi tong sampah, berapapun yang dimasukkan akan habis karena di dalamnya ada bakteri dan cacing-cacingnya beserta tikus yang terus memakan apa saja yang masuk.




ª Memang semua yang kita punya adalah titipan, karenanya selalu bertanya kepada tuannya, ”Tuhan, saya mau ini, boleh ga?” Nah, walaupun Tuhan menitipkan kepada kita, ingat! Ingat! Dia sangat menghargai kepemilikan kita. Apa yang dititipkan-Nya (baca: diberikan), betul-betul milik kita. Tuhan tidak pernah berikhtiar merebut, atau memaksa untuk memberikannya pada orang lain.




Mau kasih atau tidak pada orang lain, itu betul-betul tanggung jawab Anda pribadi! Karena Tuhan sangat menghargai kepemilikan, maka Dia juga ingin kita bertumbuh di dalamnya. Di masa muda, Anda mungkin belum punya mobil, maka bekerjalah dengan giat, Tuhan akan buka jalan ke sana.




Setelah menikah mungkin kamu belum punya rumah, jangan kuatir, tetapi sekali lagi, Ingat! Tuhan mau kita memiliki, karena gairah kepemilikan adalah gairah yang besar untuk bekerja dan menghasilkan sesuatu yang bersumbangsih bagi dunia ini.




Jangan merasa risih jikalau dalam hati, Anda ingin memiliki sesuatu. Bukankah seluruh ciptaan-Nya memang ditujukan bagi manusia untuk dikuasai?


Kuasailah dengan baik! Inginkanlah yang baik! Milikilah yang baik. Bekerjalah dengan giat dan nikmatilah apa yang engkau rindukan, Tuhan besertamu!




ª Uang adalah alat dan bukan identitas dalam hidup kita. Kalau uang jadi identitas, pasti akan menyusahkan diri sendiri dan juga orang lain. Suka dan duka semata-mata ditentukan oleh ada tidaknya uang. Harga diri kita sebagai manusia TIDAK ditentukan oleh uang, tapi TUHAN. Identitas kita adalah anak Terang. Sumber kebahagiaan adalah Tuhan. Uang adalah ALAT. Peralatlah uang, jangan diperalat uang!




ª Tidak perlu berkeluh kesah kalau tidak punya uang. Bersyukurlah atas apa yang ada! Seperti yang Paulus ajarkan, ”Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.”[iii]




”Saya mengemukakan ini bukan karena saya berkekurangan, sebab saya sudah belajar merasa puas dengan apa yang ada. Saya sudah mengalami hidup serba kekurangan, dan juga hidup dengan berkelebihan. Saya sudah mengenal rahasianya untuk menghadapi keadaan yang bagaimanapun juga; baik keadaan makmur maupun keadaan miskin, baik keadaan mewah maupun keadaan berkekurangan. Dengan kuasa yang diberikan Kristus kepada saya, saya mempunyai kekuatan untuk menghadapi segala rupa keadaan,”[iv] lanjut Paulus dalam surat kepada teman-teman seiman di Filipi.




Janganlah hidupmu dikuasai oleh cinta akan uang, tetapi hendaklah kalian puas dengan apa yang ada padamu. Sebab Allah sudah berkata, "Aku tidak akan membiarkan atau akan meninggalkan engkau,"[v] kata penulis Ibrani.






ª Yang terakhir ini yang sangat penting: pengaturan uang bukan suatu teknik yang diajarkan tapi attitude. Attitude artinya satu tingkah laku yang sudah membentuk kebiasaan. Attitude berhubungan dengan temperamen dan gaya. Gaya ini biasanya hasil mencontoh orang tua.




Sabar Sedikit!




Saya kasih contoh diri saya sendiri. Saya dibesarkan dalam keluarga yang biasa-biasa saja, papa saya karyawan. Dulu waktu kecil, kalau diberikan barang-barang oleh mama selalu dikasih tahu harganya. Sekolah dapat tas dan sepatu, harganya pasti saya tahu. Sepatu jaman saya SD, saya masih ingat harganya 12 ribu sepasang. Gaya mama kalau belanja, tidak pernah satu toko langsung jadi, biasanya ke beberapa toko dulu baru dieksekusi. Nah, gaya ini yang menurun pada saya.




Saya pernah suka sebuah jam, buka harganya 225 ribu. Beli ga, beli ga. Akhirnya, saya beli dah...Berapa harga finalnya? 160 ribu. Segala sesuatu ada harganya dan saya tahu toko-toko suka up-grade harga, makanya belanja tidak boleh emosional. Emosional itu artinya: harga 225 ribu dibeli 225 ribu juga. Belanja harus cerdik, karena ada banyak toko yang jual, sebaiknya hunting ke sana-sini, cek harga. Sabar sedikit…




Karena saya diberi tahu harga setiap barang, maka saya menghargai barang itu. Harga sepatu tidak sebanding dengan uang jajan saya yang sehari 100 perak. Karena sudah tahu harga, saya agak lumayan bisa menjaganya, tidak pakai seenaknya. Mama juga sering bilang, ”Papa kerja setengah mati buat beliin kamu barang-barang, hati-hati yah...jangan cepat rusak.”




Ketika SMP 3 saya sudah kerja, sehari gajinya 5 ribu perak, sebulan dapat kira-kira 150 ribu. Dari uang ini saya beli buku sendiri, beli sepatu sendiri, beli tas sendiri. Waktu itu papa sudah meninggal. Saya tahu uang itu datang karena bekerja. Karena saya bekerja, saya dapat uang, saya bisa beli makan!


Sampai sekarang saya termasuk orang yang hati-hati dalam pengeluaran uang, tidak belanja sembarangan.




Sebaliknya, ada anak-anak yang dibesarkan oleh orang tua yang tidak bisa atur uang. Persisnya, akan turun ke sang anak, dari kecil dibelikan sesuatu tanpa diberi tahu harga, baru pakai sepatu 3 bulan, ”Ma, sepatunya rusak. Beliin dong, ayo beli lagi!” Jamnya udah jelek, ganti dong, digantiin. Handphone sekarang ada cameranya loh, ganti dong. Diganti juga.




Anak seperti ini sampai dewasa kemungkinan sulit diajar mengatur uang, dari kecil tidak ada kebiasaan untuk menghargai barang yang diberikan. Ga punya sense untuk merawat dan memelihara yang ada,”Ini barangku, aku punya. Terserah aku dong!”




Kehidupan ada polanya. Pola yang baik harus diajarkan sejak kecil, sejak pegang uang pertama kali. Kalau dari kecil sembarangan dengan uang, maka nanti sudah dewasa susah sekali atur uang. Beberapa orang yang saya kenal, hutang credit cardnya sampai jutaan rupiah, sementara gajinya tidak sampai 1,5 juta rupiah. Ini karena dari kecil tidak diajarkan untuk menghargai harta pemberian Tuhan.


(bersambung)


Best Regards,



Ev. Chang Khui Fa
Taken from Book GARAM & TERANG for Youth, Road 5: Money! Money! Money!


[i] 2 Tesalonika 3:10b


[ii] Lukas 16: 10-12


[iii] Filipi 4: 6


[iv] Filipi 4: 11-13


[v] Ibrani 13: 5





Sumber :

http://www.facebook.com/groups/gntfy?ap=1

chang khui fa : http://www.facebook.com/changkf